Risiko Kanker Saluran Pencernaan pada Pasien Penyakit Celiac

Pasien penyakit celiac (CeD) memiliki risiko tinggi terhadap berbagai kanker saluran pencernaan, termasuk limfoma dan kanker usus kecil. Studi ini melibatkan lebih dari 27 ribu pasien dan menemukan hubungan signifikan dengan kanker pankreas, esofagus, lambung, dan kolorektal. Hasilnya menyoroti pentingnya pengawasan medis bagi pasien dengan CeD.

Studi kohort di Prancis menemukan bahwa pasien dengan penyakit celiac (CeD) memiliki risiko lebih tinggi terhadap beberapa jenis kanker saluran pencernaan, termasuk kanker pankreas, esofagus, kolorektal, dan lambung, meskipun tidak untuk kanker rektum. Selain itu, pasien juga berisiko tinggi mengalami penyakit radang usus seperti Crohn’s dan kolitis ulserativa.

Dalam studi ini, yang melibatkan 27.114 pasien CeD, ditemukan bahwa risiko untuk limfoma dan kanker usus kecil sangat tinggi. Kanker lainnya yang terhubung dengan CeD termasuk pankreas, esofagus, lambung, dan kolorektal, dengan kanker usus kecil menunjukkan risiko tertinggi.

Penyakit celiac adalah gangguan autoimun yang mempengaruhi sistem pencernaan, memicu respon inflamasi terhadap gluten. Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan CeD tidak hanya berisiko tinggi menderita limfoma dan kanker usus kecil, tetapi juga kanker malignan lainnya. Hal ini penting diketahui untuk penanganan dan pengawasan dini terhadap pasien CeD.

Hasil studi kohort ini menunjukkan bahwa pasien penyakit celiac memiliki risiko tinggi untuk beberapa jenis kanker GI, termasuk limfoma. Temuan ini menegaskan perlunya pemantauan kesehatan yang lebih ketat bagi pasien CeD, serta penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan antara CeD dengan kanker lainnya.

Sumber Asli: www.healio.com

About Chloe Kim

Chloe Kim is an innovative journalist known for her work at the intersection of culture and politics. She has a vibrant career spanning over 8 years that includes stints in major newsrooms as well as independent media. Chloe's background in cultural studies informs her approach to reporting, as she amplifies stories that highlight diverse perspectives and experiences. Her distinctive voice and thought-provoking articles have earned her a loyal following.

View all posts by Chloe Kim →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *