Penelitian menunjukkan bahwa nonadherence pada screening kanker bervariasi berdasarkan jenis screening dan jenis kelamin. Faktor sosial seperti ketidakpuasan hidup, dukungan sosial, dan ketidakamanan pangan berhubungan dengan ketidakpatuhan ini. Penelitian melibatkan data dari lebih dari 147.000 individu di AS, mengungkap tantangan dalam meningkatkan kepatuhan terhadap screening kanker.
Sebuah studi terbaru menyelidiki nonadherence pada screening kanker menurut jenis screening dan jenis kelamin. Penelitian yang dilakukan oleh Ami E. Sedani, Ph.D., M.P.H., dari University of Texas Health Sciences Center di Houston, memanfaatkan data tahun 2022 dari Behavioral Risk Factor Surveillance System. Studi ini melibatkan 147.922 individu, yang mewakili sekitar 78.784.149 orang dewasa di AS.
Nonadherence atau ketidakpatuhan terhadap screening kanker merupakan isu penting dalam kesehatan masyarakat. Screening kanker, yang mencakup pemeriksaan untuk kanker serviks, payudara, dan kolorektal, sering kali tidak dilakukan sebagaimana disarankan oleh pedoman kesehatan. Penelitian ini meneliti bagaimana faktor sosial individu, seperti ketidakpuasan hidup, dukungan sosial, dan ketidakamanan pangan, dapat mempengaruhi ketidakpatuhan ini.
Penelitian menunjukkan bahwa berbagai faktor sosial berhubungan dengan ketidakpatuhan pada screening kanker yang berbeda. Ketidakpuasan hidup dan dukungan sosial berkontribusi terhadap screening tertentu, sementara isu seperti ketidakamanan pangan dan biaya juga berdampak. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyusun intervensi yang efektif.
Sumber Asli: www.dermatologyadvisor.com